Sepak Terjang Ryamizard Ryacudu, Dari Membentuk pasukan Elit sampai Menjadi Mentri Pertahanan
Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu adalah sosok yang disegani dalam dunia militer. Saat masih aktif di dunia militer, banyak prestasi yang ditorehkan.
Berikut ini kisah mantan Jenderal TNI Ryamizard Ryacudu yang pernah terjun langsung ikut perang seperti dikutip dari berbagai sumber:
1. Memeriksa Langsung Lokasi Markas GAM
Aceh pernah bergejolak dengan adanya kelompok separatis Gerakan Aceh Merdeka (GAM). Jenderal TNI Ryamizard Ryacudu yang saat itu menjabat sebagai Kepala Staff Angkatan Darat, pernah memeriksa langsung ke lokasi markas GAM di Cot Trieng, Aceh Utara, sehubungan dengan isu perayaan hari ulang tahun kelompok separatis itu.
Sebagai informasi, Kontak senjata TNI dengan GAM pernah terjadi di Desa Cot Glie, Kecamatan Seulimum, Aceh Besar. Saat itu bentrok terjadi pada 1 Desember 2012 lalu yang membuat Prajurit Tingkat Dua TNI Imam S. anggota Yon 310 Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat dan seorang anggota GAM, Syahrul tewas dalam peristiwa tersebut.
2. Ikut Turun Mengejar Pasukan GAM
Saat terjadi kontak senjata antara TNI dan kelompok GAM di Desa Cot, Kecamatan Lhong, Aceh Besar, pada 2005 silam, Ryamizard Ryacudu sebagai Kasad saat itu turun langsung untuk mengejar pasukan GAM. Dengan mengendari kendaraan militer pikap terbuka, dia bersama rombongan tiba di lokasi dan langsung melakukan pengejaran terhadap pasukan GAM yang melarikan diri.
Ryamizard membawa senjata laras panjang MP5, kontak senjata terjadi sekitar 15 menit dan tidak menimbulkan korban jiwa. Anggota GAM sulit dikejar karena lari ke rawa-rawa dan bukit di sekitar lokasi.
3. Membentuk Pasukan Elite di Seluruh Kodam
Ryamizard Ryacudu pernah punya ide brilian dengan membentuk pasukan elite di seluruh Komando Daerah Militer (Kodam). Maka Ryamizard meningkatkan kualifikasi 10 pasukan infanteri reguler menjadi Raiders. Sebagian personel Raiders dilatih kemampuan antiteror di Pusdik Passsus milik Kopassus.
Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu adalah sosok yang disegani dalam dunia militer. Saat masih aktif di dunia militer, banyak prestasi yang ditorehkan.
Berikut ini kisah mantan Jenderal TNI Ryamizard Ryacudu yang pernah terjun langsung ikut perang seperti dikutip dari berbagai sumber:
1. Memeriksa Langsung Lokasi Markas GAM
Berikut ini kisah mantan Jenderal TNI Ryamizard Ryacudu yang pernah terjun langsung ikut perang seperti dikutip dari berbagai sumber:
1. Memeriksa Langsung Lokasi Markas GAM
Aceh pernah bergejolak dengan adanya kelompok separatis Gerakan Aceh Merdeka (GAM). Jenderal TNI Ryamizard Ryacudu yang saat itu menjabat sebagai Kepala Staff Angkatan Darat, pernah memeriksa langsung ke lokasi markas GAM di Cot Trieng, Aceh Utara, sehubungan dengan isu perayaan hari ulang tahun kelompok separatis itu.
Sebagai informasi, Kontak senjata TNI dengan GAM pernah terjadi di Desa Cot Glie, Kecamatan Seulimum, Aceh Besar. Saat itu bentrok terjadi pada 1 Desember 2012 lalu yang membuat Prajurit Tingkat Dua TNI Imam S. anggota Yon 310 Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat dan seorang anggota GAM, Syahrul tewas dalam peristiwa tersebut.
2. Ikut Turun Mengejar Pasukan GAM
Saat terjadi kontak senjata antara TNI dan kelompok GAM di Desa Cot, Kecamatan Lhong, Aceh Besar, pada 2005 silam, Ryamizard Ryacudu sebagai Kasad saat itu turun langsung untuk mengejar pasukan GAM. Dengan mengendari kendaraan militer pikap terbuka, dia bersama rombongan tiba di lokasi dan langsung melakukan pengejaran terhadap pasukan GAM yang melarikan diri.
Ryamizard membawa senjata laras panjang MP5, kontak senjata terjadi sekitar 15 menit dan tidak menimbulkan korban jiwa. Anggota GAM sulit dikejar karena lari ke rawa-rawa dan bukit di sekitar lokasi.
3. Membentuk Pasukan Elite di Seluruh Kodam
Ryamizard Ryacudu pernah punya ide brilian dengan membentuk pasukan elite di seluruh Komando Daerah Militer (Kodam). Maka Ryamizard meningkatkan kualifikasi 10 pasukan infanteri reguler menjadi Raiders. Sebagian personel Raiders dilatih kemampuan antiteror di Pusdik Passsus milik Kopassus.
Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu adalah sosok yang disegani dalam dunia militer. Saat masih aktif di dunia militer, banyak prestasi yang ditorehkan.
Berikut ini kisah mantan Jenderal TNI Ryamizard Ryacudu yang pernah terjun langsung ikut perang seperti dikutip dari berbagai sumber:
1. Memeriksa Langsung Lokasi Markas GAM
Aceh pernah bergejolak dengan adanya kelompok separatis Gerakan Aceh Merdeka (GAM). Jenderal TNI Ryamizard Ryacudu yang saat itu menjabat sebagai Kepala Staff Angkatan Darat, pernah memeriksa langsung ke lokasi markas GAM di Cot Trieng, Aceh Utara, sehubungan dengan isu perayaan hari ulang tahun kelompok separatis itu.
Sebagai informasi, Kontak senjata TNI dengan GAM pernah terjadi di Desa Cot Glie, Kecamatan Seulimum, Aceh Besar. Saat itu bentrok terjadi pada 1 Desember 2012 lalu yang membuat Prajurit Tingkat Dua TNI Imam S. anggota Yon 310 Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat dan seorang anggota GAM, Syahrul tewas dalam peristiwa tersebut.
2. Ikut Turun Mengejar Pasukan GAM
Saat terjadi kontak senjata antara TNI dan kelompok GAM di Desa Cot, Kecamatan Lhong, Aceh Besar, pada 2005 silam, Ryamizard Ryacudu sebagai Kasad saat itu turun langsung untuk mengejar pasukan GAM. Dengan mengendari kendaraan militer pikap terbuka, dia bersama rombongan tiba di lokasi dan langsung melakukan pengejaran terhadap pasukan GAM yang melarikan diri.
Ryamizard membawa senjata laras panjang MP5, kontak senjata terjadi sekitar 15 menit dan tidak menimbulkan korban jiwa. Anggota GAM sulit dikejar karena lari ke rawa-rawa dan bukit di sekitar lokasi.
3. Membentuk Pasukan Elite di Seluruh Kodam
Ryamizard Ryacudu pernah punya ide brilian dengan membentuk pasukan elite di seluruh Komando Daerah Militer (Kodam). Maka Ryamizard meningkatkan kualifikasi 10 pasukan infanteri reguler menjadi Raiders. Sebagian personel Raiders dilatih kemampuan antiteror di Pusdik Passsus milik Kopassus.
Pasukan ini memiliki kemampuan sebagai pasukan anti-teroris untuk pertempuran jarak dekat, lawan gerilya dengan mobilitas tinggi dan melakukan pertempuran-pertempuran berlanjut. Kemampuannya tiga kali pasukan infanteri biasa.
Tiap-tiap batalyon ini dilatih untuk memiliki kemampuan tempur tiga kali lipat batalyon infanteri biasa. Mereka dilatih untuk melakukan penyergapan dan mobil udara, seperti terjun dari helikopter.
4. Menjadi Menteri Pertahanan
Ryamizard menjabat sebagai Menteri Pertahanan pada Kabinet Kerja era Presiden Joko Widodo yang mulai menjabat sejak 27 Oktober 2014. Mantan perwira tinggi militer TNI AD ini juga pernah menjabat sebagai Kepala Staf Angkatan Darat dari tahun 2002 hingga 2005.
Ryamizard juga pernah dicalonkan sebagai Panglima TNI di akhir masa jabatan Presiden Megawati. Namun batal menjadi Panglima TNI setelah namanya dianulir oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY yang saat itu menjabat menggantikan Mega. SBY tetap memperpanjang kepemimpinan Endriartono Sutarto sebagai Panglima TNI sebelum akhirnya digantikan Marsekal Djoko Suyanto.
Pasukan ini memiliki kemampuan sebagai pasukan anti-teroris untuk pertempuran jarak dekat, lawan gerilya dengan mobilitas tinggi dan melakukan pertempuran-pertempuran berlanjut. Kemampuannya tiga kali pasukan infanteri biasa.
Tiap-tiap batalyon ini dilatih untuk memiliki kemampuan tempur tiga kali lipat batalyon infanteri biasa. Mereka dilatih untuk melakukan penyergapan dan mobil udara, seperti terjun dari helikopter.
sumber : merdeka.com
Sebagai informasi, Kontak senjata TNI dengan GAM pernah terjadi di Desa Cot Glie, Kecamatan Seulimum, Aceh Besar. Saat itu bentrok terjadi pada 1 Desember 2012 lalu yang membuat Prajurit Tingkat Dua TNI Imam S. anggota Yon 310 Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat dan seorang anggota GAM, Syahrul tewas dalam peristiwa tersebut.
2. Ikut Turun Mengejar Pasukan GAM
Saat terjadi kontak senjata antara TNI dan kelompok GAM di Desa Cot, Kecamatan Lhong, Aceh Besar, pada 2005 silam, Ryamizard Ryacudu sebagai Kasad saat itu turun langsung untuk mengejar pasukan GAM. Dengan mengendari kendaraan militer pikap terbuka, dia bersama rombongan tiba di lokasi dan langsung melakukan pengejaran terhadap pasukan GAM yang melarikan diri.
Ryamizard membawa senjata laras panjang MP5, kontak senjata terjadi sekitar 15 menit dan tidak menimbulkan korban jiwa. Anggota GAM sulit dikejar karena lari ke rawa-rawa dan bukit di sekitar lokasi.
3. Membentuk Pasukan Elite di Seluruh Kodam
Ryamizard Ryacudu pernah punya ide brilian dengan membentuk pasukan elite di seluruh Komando Daerah Militer (Kodam). Maka Ryamizard meningkatkan kualifikasi 10 pasukan infanteri reguler menjadi Raiders. Sebagian personel Raiders dilatih kemampuan antiteror di Pusdik Passsus milik Kopassus.
Pasukan ini memiliki kemampuan sebagai pasukan anti-teroris untuk pertempuran jarak dekat, lawan gerilya dengan mobilitas tinggi dan melakukan pertempuran-pertempuran berlanjut. Kemampuannya tiga kali pasukan infanteri biasa.
Tiap-tiap batalyon ini dilatih untuk memiliki kemampuan tempur tiga kali lipat batalyon infanteri biasa. Mereka dilatih untuk melakukan penyergapan dan mobil udara, seperti terjun dari helikopter.
4. Menjadi Menteri Pertahanan
Ryamizard menjabat sebagai Menteri Pertahanan pada Kabinet Kerja era Presiden Joko Widodo yang mulai menjabat sejak 27 Oktober 2014. Mantan perwira tinggi militer TNI AD ini juga pernah menjabat sebagai Kepala Staf Angkatan Darat dari tahun 2002 hingga 2005.
Ryamizard juga pernah dicalonkan sebagai Panglima TNI di akhir masa jabatan Presiden Megawati. Namun batal menjadi Panglima TNI setelah namanya dianulir oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY yang saat itu menjabat menggantikan Mega. SBY tetap memperpanjang kepemimpinan Endriartono Sutarto sebagai Panglima TNI sebelum akhirnya digantikan Marsekal Djoko Suyanto.
Pasukan ini memiliki kemampuan sebagai pasukan anti-teroris untuk pertempuran jarak dekat, lawan gerilya dengan mobilitas tinggi dan melakukan pertempuran-pertempuran berlanjut. Kemampuannya tiga kali pasukan infanteri biasa.
Tiap-tiap batalyon ini dilatih untuk memiliki kemampuan tempur tiga kali lipat batalyon infanteri biasa. Mereka dilatih untuk melakukan penyergapan dan mobil udara, seperti terjun dari helikopter.
sumber : merdeka.com
0 Response to "Sepak Terjang Ryamizard Ryacudu, Dari Membentuk pasukan Elit sampai Menjadi Mentri Pertahanan"
Posting Komentar